Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Dampingi Sesba BRMP Tinjau Progres Geltek PENAS XVII
GORONTALO – Menjelang pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII tahun 2026, Gubernur Gorontalo Dr. Ir. Gusnar Ismail, MM bersama Wakil Gubernur Dra. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H., melakukan peninjauan langsung progres fisik kawasan Gelar Teknologi (Geltek) di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, pada Rabu tanggal 20 Mei 2026. Kunjungan tersebut turut didampingi rombongan Tim Sekretaris Badan (Sesba) Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh sarana pertanaman dan inovasi agromodern komoditas unggulan nasional menjelang pelaksanaan PENAS XVII.
Peninjauan lapangan difokuskan pada evaluasi akhir kesiapan vegetatif tanaman, optimalisasi infrastruktur pendukung kawasan, serta pemantapan teknis menjelang agenda kunjungan kerja kepresidenan di lokasi kegiatan. Kawasan Geltek seluas 9,2 hektar tersebut menjadi salah satu pusat demonstrasi inovasi pertanian modern yang akan menampilkan berbagai teknologi budidaya dan hilirisasi komoditas strategis nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi kerja cepat dan kolaboratif tim teknis BRMP bersama Dinas Pertanian yang dinilai berhasil menjaga performa pertumbuhan komoditas unggulan, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan. Menurutnya, PENAS XVII bukan sekadar agenda seremonial nasional, melainkan etalase swasembada pangan yang menampilkan praktik terbaik modernisasi pertanian kepada petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
“Fokus kita tidak hanya sukses menyelenggarakan seremoni nasional, tetapi memastikan teknologi yang diaplikasikan di lahan ini menjadi laboratorium percontohan hidup yang bisa langsung diadopsi oleh puluhan ribu petani-nelayan se-Indonesia saat datang ke Limboto,” ujar beliau.
Sementara itu, Sekretaris Badan BRMP Dr. Husnain, S.P., M.P., P.hD memimpin langsung evaluasi teknis di lapangan bersama para Kepala Pusat dan Kepala Balai Besar lingkup BRMP. Evaluasi dilakukan terhadap kesiapan berbagai komoditas seperti padi, aneka kacang, jagung, gandum, sorgum, serta komoditas hortikultura agar mencapai fase pertumbuhan optimal saat pelaksanaan PENAS XVII pada 20–25 Juni 2026. Tim juga melakukan pengecekan fungsi drainase di sekitar kawasan Geltek guna memitigasi potensi genangan akibat curah hujan tinggi sekaligus menjaga kelembapan tanah tetap ideal bagi pertumbuhan tanaman.
Selain kesiapan teknis pertanaman, perhatian juga diberikan pada aspek aksesibilitas dan tata kelola kawasan, termasuk sinkronisasi jalur pengunjung, akses VVIP, hingga jalur evakuasi yang terintegrasi dengan koordinasi lintas sektor. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh peserta serta tamu undangan selama kegiatan berlangsung.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menambahkan bahwa kesiapan kawasan Geltek turut diiringi penguatan sektor akomodasi dan ekonomi masyarakat. Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berkoordinasi dengan masyarakat sekitar dalam penyiapan jaringan homestay terstandardisasi guna mendukung lonjakan kunjungan peserta dari berbagai provinsi. Menurutnya, pelaksanaan PENAS XVII diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan melalui penguatan UMKM, sektor jasa, dan ekonomi kerakyatan di Gorontalo.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan PENAS XVII, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk memastikan seluruh wahana teknologi dan fasilitas pendukung siap digunakan sesuai standar yang ditetapkan. Kehadiran berbagai inovasi pertanian modern pada ajang ini diharapkan mampu memperluas adopsi teknologi di tingkat petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian, UMKM, dan jasa pendukung lainnya.